PALANGKA RAYA – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Arton S. Dohong, menegaskan pentingnya peran kader PDI Perjuangan dalam upaya menekan angka stunting di daerah. Menurutnya, keberadaan struktur partai hingga tingkat ranting dapat menjadi motor penggerak sosialisasi langsung ke masyarakat.
Hal ini disampaikan Arton usai menghadiri kegiatan “Penyuluhan Pencegahan dan Penanganan Stunting Perempuan Berdaya, Indonesia Raya”, yang diikuti oleh Srikandi PDIP se-Kalteng, Selasa (10/06). Ia menilai, kader partai memiliki kedekatan emosional dengan warga sehingga pesan pencegahan stunting bisa lebih mudah dipahami.
“Melalui sosialisasi dari kader ke warga terdekat, seperti tetangga atau kerabat, pemahaman akan lebih cepat diterima. Mereka saling mengenal sehingga bahasa yang digunakan pun lebih tepat sasaran,” ujar Arton.
Mengacu data BKKBN, prevalensi stunting di Kalteng memang mengalami penurunan, namun masih di atas ambang batas ideal WHO. Oleh karena itu, Arton berharap PDIP dapat berkontribusi mempercepat pencapaian target penurunan stunting nasional sebesar 14 persen. “Ini bukan sekadar kerja politik, melainkan panggilan kemanusiaan untuk menjaga kualitas generasi penerus,” tegasnya.
Arton juga mendorong agar pemerintah daerah, melalui Dinas Kesehatan dan BKKBN, membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen non-pemerintah. Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah harus diimbangi dengan inovasi program pencegahan berbasis komunitas. “Kita perlu SDM yang mampu bersinergi, bukan hanya mengandalkan anggaran, tapi juga partisipasi aktif masyarakat,” tambahnya.
DPRD Kalteng, lanjut Arton, siap mendukung langkah PDIP dan seluruh elemen terkait dalam memperkuat upaya penanganan stunting. Ia menegaskan, setiap bentuk kolaborasi yang bertujuan menekan angka stunting akan mendapatkan dukungan penuh dari lembaga legislatif.








