DPRD Kalteng Tinjau Infrastruktur Jalan di Katingan, Pastikan Proyek Sesuai Perencanaan

KASONGAN — Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Pemerintah Provinsi melakukan peninjauan lapangan terhadap kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Katingan, Kamis (12/06).

Kegiatan ini merupakan bentuk pengawasan sekaligus memastikan pembangunan jalan provinsi benar-benar berjalan sesuai perencanaan dan menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Rombongan dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Lohing Simun, didampingi Sekretaris Komisi Sirajul Rahman serta anggota Yetro Midel Yoseph, Okki Maulana, dan Abdul Hafid.

Peninjauan dilakukan pada dua ruas jalan utama, yakni SP Pundu–Tumbang Samba sepanjang 67,4 kilometer dan ruas Kereng Pakahi–Kampung Melayu sepanjang 80 kilometer. Keduanya menjadi jalur vital penghubung antarwilayah, namun hingga kini kondisinya masih banyak yang rusak.

Dalam kunjungan, sejumlah segmen jalan terlihat masih berupa tanah berbatu, belum beraspal, dan berdebu saat dilalui kendaraan. Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng turut mendampingi rombongan dengan memberikan penjelasan teknis mengenai progres dan kendala proyek di lapangan.

“Kami ingin memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana. Kualitas dan kuantitas pengerjaan tetap menjadi perhatian utama,” tegas Lohing.

Ruas jalan Kereng Pakahi–Kampung Melayu mendapat perhatian khusus lantaran sebelumnya pernah dikeluhkan langsung masyarakat kepada Presiden Joko Widodo saat kunjungan kerja ke Katingan pada Juni 2024. Saat itu, Presiden menegaskan bahwa jika daerah tidak mampu menuntaskan perbaikan, maka pemerintah pusat wajib turun tangan.

Sejak saat itu, Pemerintah Provinsi Kalteng memasukkan ruas tersebut sebagai prioritas pembangunan dengan alokasi anggaran hampir Rp50 miliar.

Langkah ini disambut positif DPRD Kalteng. Anggota Komisi IV, Abdul Hafid, menilai proyek jalan bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga wujud keberpihakan terhadap aspirasi masyarakat. Sementara di tingkat lokal, DPRD Kabupaten Katingan melalui Budy Hermanto mengingatkan pentingnya kolaborasi Pemkab dalam menjaga keberlanjutan setelah pembangunan selesai. “Perawatan dan pemeliharaan harus tetap menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Harapan besar juga datang dari masyarakat setempat. Kepala Desa Tewang Kampung, Kecamatan Mendawai, Yandi, menyebut jalan tersebut menjadi satu-satunya akses vital yang mampu membuka keterisolasian masyarakat pesisir selatan Katingan. “Kami berharap perhatian ini terus berlanjut, karena jalan ini adalah nadi kehidupan warga,” ujarnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *