DPRD Kalteng Ingatkan Pentingnya Kelola SDA Secara Bijak dan Berkelanjutan

Anggota DPRD Kalteng, Sengkon. (Ist)

PALANGKA RAYA – Kekayaan sumber daya alam (SDA) Kalimantan Tengah ibarat pedang bermata dua, menyimpan peluang ekonomi besar sekaligus menuntut pengelolaan yang bijak. Di tengah gencarnya pembangunan, Anggota DPRD Kalteng, Sengkon, mengingatkan agar pemanfaatan SDA tidak semata mengejar keuntungan jangka pendek.

Menurutnya, arah pembangunan daerah harus menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. “Kita harus memastikan bahwa eksploitasi SDA tidak hanya memberikan keuntungan sesaat, tetapi juga memperhatikan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujarnya, Selasa (27/05).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Sengkon menyebut, setiap wilayah di Kalteng memiliki keunggulan komoditas—mulai dari perkebunan kelapa sawit, sektor pertambangan, hingga kehutanan. Potensi ini memang menjanjikan, namun berisiko jika tidak dikelola secara hati-hati. Eksploitasi yang berlebihan, katanya, dapat merusak ekosistem, memicu konflik lahan, bahkan menghilangkan warisan alam bagi generasi mendatang.

Ia menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan membutuhkan pendekatan terintegrasi dan partisipatif. Pemerintah daerah, menurutnya, harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat lokal—dalam perencanaan maupun pengambilan keputusan terkait SDA.

“Keterlibatan aktif masyarakat bukan sekadar formalitas. Ketika warga dilibatkan, rasa memiliki akan tumbuh, dan tanggung jawab untuk menjaga sumber daya bersama akan lebih kuat,” jelasnya.

Lebih jauh, Sengkon berharap pola pengelolaan SDA di Kalteng mampu memastikan manfaat ekonomi dirasakan merata, tidak hanya oleh investor besar, tetapi juga masyarakat adat dan komunitas lokal. Dengan demikian, konflik sosial bisa diminimalisir, sementara keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian tetap terjaga.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *