PALANGKA RAYA, cekrek.id – Pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat menjadi perhatian DPRD Kalimantan Tengah. Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari, menilai kondisi ini menjadi ujian bagi pemerintah provinsi untuk lebih cermat dalam mengelola anggaran sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Dengan berkurangnya dana dari pusat, setiap rupiah anggaran harus digunakan seoptimal mungkin. Prioritas tetap pada kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Ansyari, Senin (20/10/2025).
Dirinya menekankan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan harus menjadi fokus utama agar tidak terdampak langsung dari penyesuaian fiskal.
Ansyari mendorong Pemprov Kalteng untuk memperkuat PAD sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dana pusat. Menurutnya, peningkatan PAD dapat dilakukan melalui optimalisasi potensi daerah, penerapan sistem digitalisasi keuangan, serta pengawasan yang lebih ketat terhadap sumber pendapatan. “Program peningkatan PAD harus inovatif dan berkelanjutan agar daerah memiliki kemampuan fiskal sendiri,” jelasnya.
Politisi Partai Gerindra ini juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran tanpa mengorbankan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Efisiensi bukan berarti memangkas kegiatan, tetapi bagaimana membuat anggaran lebih tepat guna dan memberikan manfaat nyata,” tegas Ansyari.
DPRD Kalteng berharap dengan langkah efisiensi anggaran dan penguatan PAD, pemerintah daerah tetap mampu menjaga stabilitas fiskal dan memastikan pembangunan berjalan lancar meski dana transfer pusat berkurang. (Adn)








