Palangka Raya, Cekrek.id – Transformasi digital menjadi salah satu kunci untuk mendorong produk lokal Kalimantan Tengah (Kalteng) menembus pasar yang lebih luas. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan, menilai sudah saatnya pemerintah daerah memfasilitasi pemasaran berbasis daring melalui pembentukan pasar digital daerah yang terintegrasi.
Menurutnya, digitalisasi merupakan langkah strategis untuk menjawab keterbatasan ruang jual beli konvensional yang selama ini masih dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Produk lokal Kalteng sebenarnya sangat beragam, hanya saja akses pasarnya masih sempit. Dengan pasar digital, peluang mereka akan semakin luas, bahkan bisa menembus pasar nasional hingga internasional,” ujar Bambang di Palangka Raya, Rabu (17/9/2025).
Bambang mencontohkan sejumlah produk seperti kerajinan tangan khas Dayak, hasil pertanian, serta makanan olahan tradisional yang memiliki nilai jual tinggi. Namun, karena belum banyak dikenal di luar daerah, potensi tersebut belum tergarap optimal.
“Pasar digital bisa menjadi etalase modern yang menampilkan kekayaan lokal sekaligus memperpendek rantai distribusi agar harga produk lebih kompetitif,” tambahnya.
Ia menekankan, keberhasilan digitalisasi tidak hanya bertumpu pada pemerintah daerah, melainkan membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Pemerintah, kata Bambang, dapat menggandeng start-up lokal, bekerja sama dengan marketplace nasional, hingga membuka peluang investasi swasta untuk membangun ekosistem digital yang kuat di Kalteng.
Selain infrastruktur digital, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi hal krusial. Karena itu, Bambang mendorong adanya pelatihan literasi digital bagi pelaku UMKM, agar mereka mampu mengelola pemasaran online secara efektif dan berkelanjutan.
“Jangan sampai hanya hadir di platform daring, tetapi tidak tahu cara mengoptimalkan penjualan,” ujarnya mengingatkan.
Lebih jauh, ia menilai kehadiran pasar digital bukan sekadar mengikuti tren global, melainkan kebutuhan mendesak agar UMKM tetap relevan di era modern.
“Kalau dikelola dengan serius, pasar digital bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat identitas budaya lokal di tengah arus globalisasi,” tegasnya.
Bambang pun berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret mewujudkan gagasan tersebut, sehingga pelaku UMKM Kalteng dapat naik kelas dan berdaya saing hingga ke tingkat nasional maupun internasional.








