Palangka Raya, Cekrek.id – Pembangunan sektor pariwisata di Kalimantan Tengah dinilai harus menapaki arah yang lebih bijak: tumbuh tanpa merusak alam. Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Hero Harapano Mandow, menegaskan bahwa konsep pembangunan pariwisata di daerah ini semestinya berorientasi pada prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Menurutnya, keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian alam menjadi fondasi utama agar destinasi wisata dapat berkembang secara berkesinambungan. “Jalan menuju lokasi wisata memang perlu diperbaiki, fasilitas perlu ditingkatkan. Tapi jangan sampai pembangunan justru mengorbankan kelestarian lingkungan. Kalau alam rusak, daya tarik wisata otomatis berkurang,” ujar Hero, Senin (15/9/2025).
Ia menilai, setiap proyek infrastruktur seharusnya diawali dengan kajian lingkungan yang matang. Perencanaan yang baik, katanya, bukan hanya menjaga ekosistem tetap hidup, tetapi juga menambah nilai tersendiri bagi wisatawan yang mencari pengalaman autentik di tengah alam yang lestari.
“Wisata ramah lingkungan kini menjadi tren global, dan Kalteng punya potensi besar untuk mengembangkan konsep ini,” tambahnya.
Hero juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keaslian destinasi wisata. Kesadaran kolektif, menurutnya, menjadi elemen paling menentukan. “Tanpa dukungan masyarakat, konsep wisata berkelanjutan tidak akan berjalan maksimal. Pemerintah, pelaku usaha, dan warga lokal harus bergerak bersama,” jelas legislator dari Fraksi Partai Demokrat itu.
Meski demikian, Hero tidak menampik bahwa pemerataan pembangunan infrastruktur masih menjadi kebutuhan di berbagai wilayah. Namun, ia mengingatkan agar setiap kebijakan pembangunan tetap berpijak pada prinsip perlindungan alam.
“Kami ingin wisata Kalteng tumbuh, tapi dengan cara yang benar,” tegasnya.








