KUALA PEMBUANG- Perubahan pola pikir masyarakat dinilai menjadi kunci memutus karhutla yang terus berulang di Kalimantan Tengah. Penanganan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan personel dan peralatan pemadam. Senin (8/9/2026).
Pesan itu disampaikan Dansatgas Penyuluhan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah Brigjen TNI Citro Subono saat memberikan penyuluhan kepada siswa SMKN 1 Kuala Pembuang. Edukasi tersebut menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mencegah karhutla.
Citro menyebut sebagian besar karhutla dipicu aktivitas manusia. Karena itu, menurut dia, perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola lahan harus menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada tahun berikutnya.
“Karhutla ini penyebabnya 90 persen manusia. Karena itu kami diutus untuk memberikan penyuluhan dan mengubah mindset,” kata Citro, kepada awak media. Senin (8/9).
Menurut dia, keberadaan alat pemadam maupun dukungan personel tetap penting. Namun, seluruhnya tidak akan maksimal apabila kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan belum terbentuk.
“Secanggih apa pun alat yang diturunkan, apabila mindset masyarakat tidak bisa berubah, tidak akan teratasi juga,” tegasnya.
Karena itu, generasi muda turut menjadi sasaran utama penyuluhan. Mereka diharapkan tidak hanya memahami bahaya karhutla, tetapi juga ikut membawa pesan pencegahan tersebut ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Citro menegaskan, menjaga lingkungan bukan pekerjaan sesaat. Kesadaran tersebut harus dibangun sejak sekarang agar karhutla tidak menjadi persoalan yang terus diwariskan dari tahun ke tahun.
“Kalau ini selesai, tetapi mindset belum terbentuk, tahun depan pun akan berulang lagi,” ujarnya.
Selain menyasar pelajar, Satgas Penyuluhan Karhutla meninjau langsung posko Masyarakat Peduli Api (MPA). Dalam kunjungan tersebut, dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis berupa profil tank dan sumur bor.
Dukungan itu diharapkan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, terutama dalam menyediakan sumber air ketika terjadi kebakaran.
Langkah tersebut menjadi penting mengingat ketersediaan air merupakan salah satu faktor krusial saat penanganan karhutla. Ketika kebakaran sudah meluas dan sumber air sulit ditemukan, proses pemadaman menjadi jauh lebih berat.

Tak berhenti pada bantuan sarana, dukungan alat berat juga tengah disiapkan. Dua unit ekskavator dari pusat disebut akan dikirim melalui Kodam untuk mendukung penanganan di wilayah Kalimantan Tengah.
Namun, pengerahan alat berat tersebut masih terkendala akses. Salah satu jembatan di wilayah Katingan masih dalam proses perbaikan sehingga belum dapat dilalui.
Ekskavator nantinya dapat dimanfaatkan untuk mengurai sejumlah persoalan di lapangan. Mulai dari memperdalam parit yang mengalami pendangkalan, memperlancar aliran sungai, hingga membantu pembuatan embung sebagai sumber air cadangan.
“Kalau terjadi darurat dan tidak ada air, ngebor pun tidak ada. Karena itu perlu ada air cadangan,” jelas Citro.
Wakil Bupati Seruyan Supian mengapresiasi kedatangan Satgas Penyuluhan Karhutla yang memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat dan pelajar.
Dia menilai pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen. Bukan hanya pemerintah dan petugas, tetapi juga masyarakat hingga generasi muda.
“Kami berharap masyarakat Kabupaten Seruyan ikut aktif dalam menangani masalah karhutla, terutama menghindari membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” kata Supian.
Khusus kepada para pelajar, Supian meminta agar pesan yang diterima dalam sosialisasi tidak berhenti di lingkungan sekolah. Generasi muda diharapkan ikut mengambil peran dalam menjaga lingkungan.
Sebab, menurutnya, persoalan karhutla bukan masalah yang dapat diselesaikan dalam satu musim. Ancaman tersebut dapat kembali muncul sehingga membutuhkan kesadaran dan konsistensi lintas generasi.
“Tongkat estafet ke depan ada di pundak mereka. Tanggung jawabnya juga ada di tangan mereka,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Citro didampingi sejumlah personel Satgas Penyuluhan Karhutla Provinsi Kalteng, di antaranya Laksma TNI Bambang Wasisto, Kolonel Laut Whisnu Kusardhianto, Kolonel Laut Anggun Nan Tungga, Kolonel Mar A. Temmy Irawan dan Koptu Anas.
Turut hadir Tim Satgas Mabes TNI yang terdiri atas Kolonel Laut Imam Mahdi, Kolonel Laut Ariyo Widi Sumanggono, Kolonel Laut I Nengah Sukadana, Kolonel Laut Anwar Eddy Sanjaya serta Kolonel Mar Jaka Sulistiana Putra. (Red)








