Satgas Mabes TNI Perkuat Sinegritas MPA dan Pemilik Lahan Diminta Bertanggung Jawab

KUALA PEMBUANG- Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak cukup hanya mengandalkan petugas. Keterlibatan masyarakat hingga pemilik lahan menjadi kunci untuk mencegah api meluas.

Hal itu mengemuka saat Tim Satgas Penyuluhan Mabes TNI melaksanakan sosialisasi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di Kelurahan Kuala Pembuang (KP) II, Kecamatan Seruyan Hilir, Senin (7/9).

Kegiatan tersebut dipimpin Kolonel Laut Imam Mahdi, Kolonel Laut Ariyo Widi Sumanggono, I Nengah Sukadana, Kolonel Laut Anwar Eddy Sanjaya, dan Kolonel Mar Jaka Sulistiana Putra.

Turut hadir Sekretaris Kecamatan Seruyan Hilir, jajaran kelurahan, ketua RT dan RW, Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Kuala Pembuang II serta masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu, Imam Mahdi menekankan pentingnya memperkuat peran Masyarakat Peduli Api (MPA).

Menurutnya, MPA tidak sekadar menjadi kelompok yang turun ketika kebakaran terjadi, tetapi juga berperan sebagai penggerak masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Yang paling penting adalah kekompakan warga. Kalau melihat ada titik api, informasi harus cepat disampaikan. Bisa melalui grup WhatsApp sehingga penanganannya tidak terlambat,” kata Imam.

Selain kesiapsiagaan warga, Imam mendorong pemerintah desa dan kelurahan melakukan pendataan terhadap lahan-lahan yang berpotensi menjadi sumber karhutla. Termasuk lahan tidur milik warga maupun perusahaan yang pemiliknya tidak berdomisili di Seruyan.

“Semua lahan harus diinventarisir. Termasuk lahan perusahaan dan pemilik lahan yang tidak tinggal di Seruyan. Mereka tetap harus bertanggung jawab terhadap lahannya,” tegasnya.

Menurut dia, tanggung jawab pemilik lahan tidak berhenti pada kepemilikan. Mereka juga perlu berkontribusi dalam upaya pencegahan karhutla, terutama dengan menyediakan sumber air di sekitar areal yang rawan terbakar.

“Minimal dibuat sumur di titik-titik yang dibutuhkan masyarakat. Kalau bisa lebih, pemilik lahan juga ikut bergabung dan mendukung MPA,” ujarnya.

Satgas Mabes TNI foto bersama Perwakilan Kecamatan, Kelurahan, MPA, dan Masyarakat Kuala Pembuang II

Dukungan terhadap upaya tersebut mulai diwujudkan di Posko MPA RT 24 KP II yang dipimpin H. Bahlan. Posko tersebut mendapat bantuan dua toren air serta pembangunan sumur bor di empat titik.

Sarana itu diharapkan dapat memperkuat ketersediaan air ketika terjadi kebakaran sekaligus mendukung respons cepat masyarakat sebelum api membesar.

Imam juga menilai kontribusi perusahaan sebaiknya diarahkan pada kebutuhan nyata di lapangan.

Lanjut Imam, bantuan tidak harus selalu berbentuk uang, tetapi dapat berupa bahan bakar, sarana pemadaman, pembangunan sumur maupun dukungan terhadap kegiatan MPA.

“Kalau bantuan berupa uang, kadang orang bisa curiga. Lebih baik disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Apa yang memang dibutuhkan di lapangan, itu yang dibantu,” jelasnya.

Ke depan, hasil inventarisasi lahan diharapkan menjadi dasar untuk mendorong seluruh pemilik lahan mengambil langkah pencegahan.

Penguatan MPA, menurut Imam, juga harus dibarengi sinergi antar sektor. Warga, pemerintah, aparat hingga perusahaan perlu memiliki jalur komunikasi yang jelas agar setiap potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani.

“Kami berharap adanya satgas dari Mabes TNI ini bisa sebagai dinamisator masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat koordinasi pencegahan karhutla di Seruyan,” pungkasnya. (Red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *